9.4.15

SMAN Madani dan Gaung OSN



Awal berdirinya tahun 2005, SMAN Madani sangat intens melakukan pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) kepada para siswa. Usaha dan kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil dengan lolosnya peserta dari SMAN Madani pada OSN tahun 2007 di Surabaya Jawa Timur. Sejak saat itu sekolah yang menjadi binaan Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah seolah tidak dapat dipisahkan dengan gaung ajang OSN. Betapa tidak? Tiga kali berturut-turut sejak OSN 2008 di Makasar hingga OSN 2010 di Medan, siswa SMAN Madani pulang dengan membawa medali. Tiga tahun kemudian, tepatnya OSN 2013 di Bandung Jawa Barat dua siswa (Angelia V Tirayo dan Ni Made Nadya P.) kembali menyabet medali perunggu bidang ekonomi dan Kebumian.

8.4.15

SEKELUMIT TENTANG OSN JENJANG SMA



Bermula dari kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah pada Olimpiade Fisika Internasional (IPhO - International Physics Olympiad) yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2002, nama Olimpiade Sains Nasional mulai dicetuskan oleh tim pelaksana IPhO.
Olimpiade Sains Nasional (OSN) adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia. Siswa yang mengikuti OSN adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat sekolah, kabupaten dan propinsi. Kegiatan OSN dimaksudkan sebagai ajang seleksi untuk mengikuti Olimpiade Sains tingkat internasional. 

31.3.15

That Inspire (3) : Pevita Pearce



Senang Menulis Diary, Akhirnya Menulis Buku

Pevita Pearce (Foto: kapanlagi.com)
Kepahitan dan sakit hati
adalah kunci sukses ketika kita bisa menghadapi
dan membawanya ke arah yang positif.
Terima kasih, masa lalu.
Selamat tinggal, masa lalu.
Selamat datang, matahari.
Kini, aku dapat kembali bersinar.

Kalimat indah di atas adalah kutipan dari bagian akhir buku buah karya dari Pevita Pearce, Our Notebook: Peace in Mind, War at Heart, yang dirilis tahun 2014 lalu. Buku setebal 128 halaman itu masuk dalam salah satu daftar koleksi dari sekian buku di perpustakaan pribadi saya. Desain cover yang menarik dan cetakan luks dalam balutan warna yang tidak mencolok, buku Pevita Pearce terlihat unik.
Pevita Pearce yang punya nama lengkap Pevita Cleo Eileen Pearce merupakan artis berdarah campuran Inggris dan Banjarmasin. Pevita mengawali karirnya sejak usia remaja dengan membintangi sebuah film berjudul "Denias, Senandung di Atas Awan" tahun 2006.
Sepak terjang pemeran film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck itu sungguh menarik untuk dibahas. Namun kutipan indah di awal tulisan inilah yang menyeret pikiran dan tangan saya untuk menulis sang pemenang Actress of the Year dalam penghargaan Indonesian Choice Awards tahun 2014 lalu.

3.3.15

Dinda dan Klarina, Ilmuwan Daun Pacar



Foto: Pose bersama Dinda dan Klarina di Stand Pameran

           Senyum hangat dari dua gadis manis finalis ISPO 2015 menyambut saya tepat di depan stand pameran bidang kimia. Pemilik stand itu tidak lain adalah Dinda Clarissa Aulia dan Klarina Elsa Siti Sarah, siswa Sekolah Kharisma Bangsa Tangerang.
Dengan seragam sekolah khas Kharisma Bangsa, keduanya tampak menonjol di antara penjaga stand pameran ISPO yang dihelat dari tanggal 16-18 Februari di Auditorium sekolah mereka. Terlihat beberapa pengunjung sedang mengamati hasil riset mereka yang dipajang rapi di meja stand keduanya. Proyek penelitian keduanya berjudul Henna Leaves (Daun Pacar): Biodegradable and Natural Softener Textile Dye. Intinya tanaman Daun pacar digunakan sebagai pewarna alami.

28.2.15

Seputar Indonesian Science Project Olympiad



 Foto: Finalis ISPO 2015 dari SMAN Madani saat pameran hasil risetnya (dokkolpri)

Ini adalah papan komposit yang tahan api,” kata Rizaldy saat pengunjung bertanya tentang benda tipis yang dipajang di atas meja pameran stand SMAN Madani. “Papan ini dibuat dari campuran sampah organik dan PVAc yang diberi Dry Chemical Powder sebagai selimutnya,” ungkapnya dengan penuh semangat.

27.2.15

Mereguk Panorama Danau Lindu


Foto: Panorama Danau Lindu  (dokkolpri)


Perjalanan saya dan kawan-kawan ke Danau Lindu di awal Januari 2015, sungguh telah mengobati kerinduan saya akan keindahan dan keasrihan panoramanya. Meskipun melelahkan karena jalan menanjak dan licin, tidak menyurutkan langkah dan semangat kami untuk segera sampai ke danau yang terkenal dengan ikan mujairnya.

24.12.14

That Inspire (2) : Olivia Zalianty



Siap Merintis Sako Pramuka

Foto: Olivia Zalianty (www.tempo.co)
Kali ini saya “kepincut” dengan Olivia Zalianty. Ketertarikan artis muda ini pada dunia pramuka adalah hal yang luar biasa bagi saya. Betapa tidak, gadis Lulusan S1 jurusan desain produk, Fakultas Desain dan Teknik Perencanaan Universitas Pelita Harapan ini tidak risih memakai seragam pramuka.
Di saat banyak anak usia remaja yang “alergi” dengan atribut pramuka, justru Olivia merasa bangga dengan kostum pramuka. Ketika banyak kalangan yang menjudge pramuka itu kampungan plus jadul, ia bahkan meneriakkan kalau pramuka itu asik dan keren.
Olivia Zalianty memang keren abis. Tidak salah jika aktris yang dikenal dalam Serial TV Ada Apa dengan Cinta dan sinetron Azizah ini “nangkring” di blog saya dalamThat Inspire 2 kali ini.
Oliv, demikian sapaan akrabnya, banyak disibukkan dengan kegiatan diluar keartisannya. Salah satu kegiatan yang pernah dilakukannya adalah mengkampanyekan anti narkoba. Sebagai Duta Anti Narkoba, Olivia Zalianty mengajak generasi muda agar menjauhi narkoba. Meskipun perannya sebagai Duta Anti Narkoba, dia sadar bahwa tidak bisa seenaknya memaksa orang berhenti menggunakan narkoba. Ia hanya berusaha memberikan pilihan hidup menuju jalan yang baik dan benar bagi semua orang. Keren khan?